Kesulitan Daftar SPMB Lewat Aplikasi, Wali Murid Datangi Sekolah

Banjar Update193 Dilihat

BANJARUPDATE.COM, BANJARMASIN – Pelaksanaan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) tingkat SMP di Kota Banjarmasin. Meski sistem pendaftaran dilakukan secara daring, banyak wali murid memilih datang langsung karena kesulitan mengakses dan mengoperasikan aplikasi pendaftaran.

Sejumlah sekolah pun ada orang tua yang meminta bantuan petugas untuk menginput data calon siswa. Kondisi ini membuat sekolah harus menambah tenaga operator guna melayani pendaftaran yang terus berdatangan selama masa seleksi.

Salah satu orang tua siswa, Nurul, mengaku sengaja datang langsung ke sekolah karena belum terbiasa menggunakan sistem pendaftaran berbasis digital. Terlebih, ini merupakan pengalaman pertamanya mendaftarkan anak ke jenjang SMP.

“Ini pertama kali ulun mendaftarkan anak masuk SMP karena anak ulun tunggal. Karena kurang terbiasa menggunakan gadget, jadi ulun langsung datang ke sekolah,” ujarnya.

Nurul menjadikan SMP Negeri 31 Banjarmasin sebagai pilihan utama dari tiga sekolah yang dapat dipilih dalam sistem SPMB tahun ini.

Diketahui, seleksi gelombang pertama SPMB dibuka untuk jalur prestasi akademik, prestasi non-akademik, dan afirmasi yang berlangsung pada 9 hingga 11 Juni 2026.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin, Ryan Utama, mengakui masih banyak wali murid yang memerlukan pendampingan dalam proses pendaftaran online. Karena itu, seluruh sekolah diminta menyiagakan operator khusus untuk membantu masyarakat yang datang langsung.

“Meskipun pendaftaran dilakukan secara online, pihak sekolah telah menyiagakan operator untuk membantu warga yang datang langsung. Gelombang pertama ini diperuntukkan bagi jalur prestasi akademik, non-akademik, serta jalur afirmasi,” kata Ryan.

Menurutnya, kondisi tersebut tidak terjadi merata di seluruh sekolah. Beberapa sekolah di kawasan tertentu justru didominasi orang tua yang sudah mampu melakukan pendaftaran secara mandiri melalui telepon genggam masing-masing.

“Setiap wilayah memiliki karakteristik yang berbeda. Ada sekolah yang mayoritas orang tuanya sudah bisa menginput sendiri, dan yang datang ke sekolah hanya mereka yang mengalami kendala,” jelasnya.

Ryan menegaskan seluruh data yang diinput oleh operator wajib diperiksa kembali oleh orang tua sebelum ditandatangani sebagai bentuk verifikasi untuk menghindari kesalahan administrasi.

Di tengah proses penerimaan peserta didik baru, Dinas Pendidikan juga menyoroti fenomena menurunnya minat pendaftar di sejumlah sekolah yang berada di kawasan pinggiran kota. Untuk mengatasi hal tersebut, para kepala sekolah diminta lebih aktif mempromosikan keunggulan sekolah masing-masing.

“Kami sudah memberikan pengayaan kepada kepala sekolah terkait strategi membangun branding sekolah. Setiap sekolah harus mampu menampilkan keunggulan akademik maupun non-akademik agar lebih menarik bagi calon siswa,” pungkasnya.

Penulis : El Muhammad

Tinggalkan Balasan