Asyiknya Main Mini Soccer di Kapal, Bocah Lupa Mabuk Laut

BANJARUPDATE.COM, SURABAYA – Matahari baru saja muncul di ufuk timur ketika Kapal Dharma Kartika 2 hampir membelah Laut Jawa menuju Surabaya, Kamis (9/7). Cahaya keemasan memantul di permukaan laut yang tenang. Banyak penumpang memilih naik ke dek paling atas untuk menikmati panorama pagi.

Ada yang duduk santai sambil berbincang, ada yang sibuk mengabadikan matahari terbit dengan ponsel. Pasangan muda bergantian berswafoto, sementara keluarga menikmati semilir angin laut setelah berjam-jam berada di perjalanan.

Namun pemandangan berbeda terlihat di posisi tengah dek kapal paling atas.

Sekelompok bocah justru tak terlalu peduli dengan indahnya sunrise. Bagi mereka, pemandangan terbaik pagi itu bukanlah laut biru, melainkan sebuah lapangan mini soccer.

Lapangan berukuran sekitar 5 x 8 meter itu mendadak berubah menjadi arena pertandingan penuh semangat. Mereka berlari tanpa henti mengejar bola, saling memberi umpan, lalu berteriak keras saat bola bersarang di gawang.

“Gol…!” teriak salah seorang bocah, disambut gelak tawa teman-temannya.

Suara mereka bahkan sesekali mengalahkan desiran angin laut. Tak terlihat sedikit pun raut wajah anak-anak itu yang mabuk laut. Justru sebaliknya, energi mereka seolah tak pernah habis meski kapal sudah berlayar berjam-jam.

Keberadaan lapangan mini soccer menjadi hiburan sederhana yang efektif, terutama saat musim libur sekolah. Anak-anak bisa menghabiskan waktu bermain, sementara orang tua menikmati perjalanan dengan lebih santai.

Tak hanya lapangan mini soccer, Dharma Kartika 2 juga menyediakan ruang kebugaran di lantai tiga. Penumpang dapat berolahraga menggunakan alat deltoid (peralatan melatih bahu) atau sepeda statis sembari menikmati hamparan laut dari balik jendela.

Perjalanan laut selama kurang lebih 18 jam dari Banjarmasin menuju Surabaya memang membutuhkan fasilitas yang membuat penumpang tetap nyaman.

Di balik ramainya aktivitas di atas kapal, pelayanan awak kapal juga menjadi perhatian. Saat seorang penumpang menyampaikan keluhan kepada petugas pusat informasi, laporan tersebut langsung ditindaklanjuti. Petugas segera mencari kru yang dimaksud untuk mengklarifikasi persoalan hingga penumpang merasa keluhannya ditangani dengan serius.

Pengalaman itu turut disaksikan rombongan Forum Wartawan Ekonomi (FWE) Kalimantan Selatan (Kalsel) yang mengikuti FWE Backpacker Journalism 2026 – Goes To Surabaya. Sebanyak 11 jurnalis ikut dalam perjalanan tersebut. Sebagian besar baru pertama kali merasakan perjalanan antarpulau menggunakan kapal laut.

Selama pelayaran, rombongan menempati kamar kelas 3 berkapasitas 12 orang dengan tempat tidur bertingkat.

“Kamarnya cukup rapi dan bersih,” ujar Ketua Rombongan FWE Kalsel, Arief Syarkawi.

Meski demikian, masih ada beberapa catatan. Salah satunya mengenai kenyamanan toilet yang disampaikan wartawati Banjarmasin Post, Salmah. “Aromanya,” ujarnya singkat.

Menurut rombongan, kondisi tersebut tidak sepenuhnya menjadi tanggung jawab petugas kapal. Kebersihan fasilitas umum juga bergantung pada kedisiplinan para penumpang.

“Padahal sudah ada imbauan agar setiap selesai menggunakan toilet langsung disiram,” celetuk salah seorang peserta perjalanan.

Perjalanan laut bukan hanya soal berpindah dari satu kota ke kota lain. Di atas kapal, setiap penumpang memiliki cara berbeda menikmati waktu. Ada yang berburu matahari terbit, ada yang memilih bersantai, dan ada pula yang, seperti para bocah itu, menghabiskan belasan jam pelayaran dengan bermain sepak bola hingga lupa bahwa mereka sedang berada di tengah laut.

Tinggalkan Balasan