Pasar Lima Kembali Terbakar, Perumda Pasar Pastikan 162 Kios Dibangun Ulang Tahun Ini

Banjar Update105 Dilihat

BANJARUPDATE.COM, BANJARMASIN – Kebakaran kembali melanda kawasan Pasar Lima Banjarmasin. Sedikitnya 162 kios dan toko di Blok III, Blok IV, serta Blok Angsar hangus dilalap api dalam peristiwa yang terjadi pada Jumat dini hari (10/7/26).

Musibah ini menjadi kebakaran kedua yang terjadi di Pasar Lima dalam kurun waktu sekitar dua bulan. Sebelumnya, pada 4 Mei 2026, ratusan toko di kawasan yang sama juga ludes terbakar.

Direktur Perumda Pasar Banjarmasin, Muhammad Abdan Syakura, menyampaikan, pihaknya langsung turun ke lokasi bersama Kepala Pasar untuk meninjau kondisi serta menyiapkan langkah penanganan.

“Pedagang yang terdampak kebakaran di kawasan Pasar Lima, khususnya Blok III, Blok IV, dan Blok Angsar,” ujar Abdan Syakura, Selasa (14/7/26).

Menurut Abdan, bangunan yang terbakar mayoritas merupakan konstruksi kayu dengan usia yang sudah cukup tua. Kondisi tersebut dinilai sangat rentan terhadap kebakaran, terlebih saat memasuki musim kemarau.

Sebagai tindak lanjut, Perumda Pasar menggelar rapat koordinasi bersama para pedagang pada Senin (13/7/27) kemerin. Dari hasil rapat tersebut diputuskan bahwa kawasan yang terbakar akan dibangun kembali dengan konsep yang lebih aman.

“Kami akan membangun ulang dengan mengutamakan aspek keamanan, terutama pada sistem kelistrikan dan konstruksi bangunan. Tujuannya agar risiko korsleting maupun kebakaran serupa bisa diminimalkan,” jelasnya.

Perumda Pasar menargetkan proses pembangunan dimulai pada tahun ini. Namun, proses pembongkaran diperkirakan membutuhkan waktu karena lokasi kebakaran berada di area yang sulit dijangkau kendaraan besar.

“Kami targetkan pembangunan mulai tahun ini. Prosesnya mungkin berlangsung hingga akhir tahun bahkan awal 2027, tergantung proses pembongkaran. Akses ke lokasi cukup sulit sehingga tidak menutup kemungkinan material akan diangkut melalui jalur sungai,” katanya.

Sementara itu, terkait relokasi pedagang, Perumda Pasar telah menawarkan beberapa lokasi alternatif. Namun sebagian besar pedagang memilih mencari tempat berjualan sendiri agar tetap dekat dengan pelanggan mereka.

“Relokasi sudah kami tawarkan di beberapa titik. Namun keinginan para pedagang adalah mencari lokasi masing-masing karena mereka sudah memiliki pelanggan tetap,” pungkasnya.

Penulis : El Muhammad

Tinggalkan Balasan