Pasutri Hidup Tanpa Toilet, DPRKP Banjarmasin Masukkan Progam Bedah RTLH

Banjar Update35 Dilihat

BANJARUPDATE.COM, BANJARMASIN- Kisah pilu Pasangan Suami Istri (Pasutri) Junaidi dan Rusnah yang bertahan hidup di sebuah rumah kayu lapuk berukuran sekitar 4×3 meter di RT 11, Kelurahan Sungai Baru, Kecamatan Banjarmasin Tengah, akhirnya mendapat perhatian Pemerintah Kota Banjarmasin.

Pasangan paruh baya tersebut hidup dalam kondisi yang memprihatinkan. Selain menempati rumah yang sudah rapuh, keduanya juga tidak memiliki fasilitas toilet atau sanitasi yang layak.

Untuk memenuhi kebutuhan buang air, mereka terpaksa menumpang ke rumah tetangga. Bahkan, dalam kondisi tertentu, limbah rumah tangga dibungkus menggunakan plastik sebelum akhirnya dibuang ke sungai.

Menanggapi hal itu, Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) Banjarmasin, langsung turun ke lapangan.
Kepala DPRKP Banjarmasin, Yusna Irawan, mengatakan pihaknya bergerak cepat dengan meninjau langsung lokasi bersama Kepala Bidang Kawasan Permukiman dan Lurah Sungai Baru.

“Kami sudah menindaklanjuti bersama Lurah Sungai Baru meninjau lokasi rumah warga di RT 11 dan RT 12 yang belum memiliki sanitasi yang layak,” ujar Yusna Irawan, Jumat (24/7/26) saat di hubungi melalui WhatsApp.

Hasil peninjauan tersebut menjadi dasar bagi DPRKP Banjarmasin untuk memasukkan rumah Junaidi dan Rusnah ke dalam Progam Perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) Tahap ll tahun 2026.

Menurut Yusna, program tersebut tidak hanya akan memperbaiki kondisi bangunan rumah, tetapi juga melengkapi fasilitas sanitasi agar penghuni dapat hidup lebih sehat dan layak.

“Untuk penanganan perbaikan rumah tidak layak huni beserta sanitasinya akan dimasukkan ke Program Perbaikan RTLH Tahap II yang pelaksanaannya dijadwalkan berlangsung pada September hingga Desember 2026,” tutupnya.

Penulis:El Muhammad

Tinggalkan Balasan