Kalsel Masuk Program Strategis Nasional, Wamenko Pangan Optimistis Jadi Pilar Swasembada Pangan Indonesia

Banjar Update1547 Dilihat

BANJARUPDATE.COM, BANJARBARU – Kalimantan Selatan (Kalsel) resmi menjadi salah satu dari empat provinsi yang ditetapkan sebagai wilayah pelaksanaan Program Nasional Kawasan Swasembada Pangan, Energi, dan Air Nasional (KSPEAN).

Penetapan ini menjadi bukti besarnya potensi daerah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.

Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan, Hanif Faisol, menegaskan Kalsel memiliki modal yang sangat kuat untuk menjadi lumbung pangan nasional. Dengan luas lahan persawahan mencapai sekitar 300 ribu hektare, provinsi ini mampu menghasilkan sekitar 1,1 juta ton gabah setiap tahunnya.

Tak hanya sektor pertanian, Kalsel juga memiliki potensi besar di bidang peternakan, perikanan, hortikultura, hingga perkebunan kelapa sawit yang menjadi penopang utama pengembangan kawasan swasembada.

“Kalimantan Selatan memiliki potensi besar dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Beberapa kawasan seperti Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Tengah, Kotabaru, Tabalong, Tanah Bumbu, Tanah Laut, Banjarbaru, Kabupaten Banjar, Balangan, hingga Kabupaten Paser merupakan wilayah dengan keanekaragaman potensi produksi pangan yang sangat menjanjikan,” ujar Hanif Faisol, Sabtu (1/8/2026).

Hanif menjelaskan, pengembangan KSPEAN merupakan tindak lanjut dari Instruksi Presiden Nomor 14 Tahun 2025 yang berfokus pada penguatan ketahanan pangan melalui pengembangan sektor pangan, energi, dan sumber daya air secara terintegrasi.

Menurutnya, sektor peternakan di Kalimantan Selatan juga menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Budidaya itik serta peternakan sapi yang terintegrasi dengan perkebunan kelapa sawit dinilai mampu memenuhi kebutuhan masyarakat lokal, bahkan menghasilkan surplus untuk dipasarkan ke daerah lain.

“Untuk sektor peternakan, Kalimantan Selatan memiliki potensi yang sangat besar melalui budidaya itik dan peternakan sapi yang terintegrasi dengan perkebunan sawit. Saat ini Kalsel sudah mampu memenuhi kebutuhan masyarakatnya sendiri, bahkan mendistribusikan hasilnya ke beberapa daerah di luar Kalimantan Selatan,” ungkap mantan Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup tersebut.

Melalui implementasi Program KSPEAN, pemerintah berharap terbangun sinergi yang semakin kuat antara pemerintah pusat dan daerah dalam mewujudkan swasembada pangan yang berkelanjutan, sekaligus memperkuat ketahanan pangan Indonesia di tengah tantangan global.

“Atas arahan Bapak Presiden, Kementerian Koordinator Bidang Pangan akan terus memperkuat sinergi dengan seluruh kementerian teknis untuk mewujudkan swasembada pangan, energi, dan air demi kesejahteraan masyarakat,” pungkas Hanif.

Penulis :El Muhammad

Tinggalkan Balasan