BANJARUPDATE.COM, BANJARMASIN – DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kalimantan Selatan (Kalsel) mulai menyusun arah program kerja tiga tahun ke depan melalui Rapat Kerja Daerah (Rakerda) yang digelar di Banjarmasin, Sabtu (1/8).
Rakerda perdana kepengurusan KNPI Kalsel periode 2026-2029 itu tak hanya membahas program internal organisasi, tetapi juga menyoroti persoalan pemadaman listrik yang belakangan dikeluhkan masyarakat.
Ketua DPD KNPI Kalsel Andi Rustianto mengatakan, forum tersebut menjadi momentum merumuskan program yang berdampak langsung bagi masyarakat sekaligus menyusun rekomendasi kepada pemerintah daerah.
“Kami ingin program KNPI tidak hanya bersifat internal organisasi, tetapi juga memberikan solusi terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat,” katanya.
Penyusunan program dilakukan melalui tiga komisi yang membahas bidang masing-masing. Selain itu, KNPI Kalsel menargetkan lahirnya puluhan program kerja selama masa kepengurusan.
Ketua Pelaksana Rakerda, Rusniansyah, mengatakan setiap bidang didorong memiliki minimal satu program prioritas. Hasil pembahasan nantinya juga akan melahirkan rekomendasi eksternal untuk pemerintah daerah.
“Hari ini fokus kami menyusun program kerja melalui tiga komisi. Harapannya, lahir rekomendasi yang bisa menjadi masukan bagi pemerintah daerah,” ujarnya.
Dalam Rakerda tersebut, KNPI Kalsel juga menyoroti dampak pemadaman listrik yang dinilai mengganggu aktivitas masyarakat, perekonomian, hingga pelayanan publik.
Andi menegaskan KNPI akan menyampaikan aspirasi kepada PLN agar proses pemulihan sistem kelistrikan dilakukan secara maksimal.
“Melalui forum ini kami akan mendorong kejelasan langkah pemulihan dari PLN. Ini bagian dari komitmen pemuda mengawal persoalan yang berdampak langsung bagi masyarakat,” katanya.
Selain menyampaikan aspirasi, KNPI Kalsel juga mendeklarasikan sikap terkait gangguan dan pemadaman listrik yang terjadi di Kalsel dalam sebulan terakhir.
Rakerda mengusung tema “Pemuda Bertumbuh, Banua Maju” dan diharapkan menghasilkan program kerja serta rekomendasi konkret untuk mendukung pembangunan daerah dan menjawab persoalan kepemudaan di Kalsel.









