Wali Kota Banjarmasin Temui Seniman Misbach Tamrin, Minta Maaf atas Pembongkaran Monumen dan Janji Bangun Kembali

Banjar Update539 Dilihat

BANJARUPDATE.COM, BANJARMASIN– Wali Kota Banjarmasin, H. M. Yamin HR, mendatangi kediaman seniman Misbach Tamrin, Senin (3/8/2026), untuk menyampaikan permohonan maaf secara langsung atas pembongkaran Monumen Taman Gerbang Kota di perempatan Jalan Pangeran Antasari, yang merupakan karya almarhum ayah Misbach.

Pertemuan yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan itu menjadi langkah Pemerintah Kota Banjarmasin meredam polemik sekaligus menunjukkan penghormatan terhadap jasa para seniman yang telah memberi warna bagi wajah Kota Seribu Sungai.

Dalam kesempatan tersebut, Yamin menjelaskan bahwa pembongkaran monumen dilakukan sebagai bagian dari penataan kawasan kota, bukan untuk mengabaikan nilai seni maupun sejarah yang terkandung di dalamnya.

“Kami datang bersilaturahmi sekaligus menyampaikan permohonan maaf atas pelaksanaan pembongkaran monumen yang merupakan hasil karya beliau. Kami ingin menjelaskan maksud dan tujuan pemerintah dalam melakukan penataan kawasan,” ujar Yamin.

Menurutnya, penjelasan tersebut diterima dengan lapang dada oleh Misbach Tamrin. Bahkan, keluarga seniman memahami bahwa penataan kota dilakukan demi kepentingan masyarakat luas.

“Beliau justru mengapresiasi upaya pemerintah dalam menata kota. Beliau memahami bahwa pembangunan dilakukan demi kepentingan masyarakat,” katanya.

Yamin mengungkapkan, selama hampir satu dekade monumen itu berdiri tanpa dilengkapi prasasti atau penanda yang menjelaskan identitas penciptanya. Akibatnya, banyak masyarakat, bahkan pemerintah, tidak mengetahui nilai sejarah maupun sosok seniman di balik karya tersebut.

“Kalau sejak awal ada prasasti yang menjelaskan siapa pembuatnya, tentu pemerintah akan lebih mudah mengetahui nilai sejarah dan seninya,” ungkapnya.

Sebagai bentuk penghormatan, Pemko Banjarmasin berkomitmen membangun kembali monumen tersebut di lokasi yang lebih representatif. Nantinya, monumen itu juga akan dilengkapi prasasti yang memuat nama penciptanya sebagai bentuk penghargaan terhadap karya seni daerah.

“Nanti kita diskusikan bersama keluarga beliau dan Pak Sekda untuk menentukan lokasi yang tepat. Saat dibangun kembali, kita juga akan membuat prasasti yang ditandatangani langsung oleh beliau bersama pemerintah kota sebagai bentuk penghormatan,” jelas Yamin.

Tak hanya itu, Wali Kota juga menegaskan komitmen pemerintah dalam menjaga warisan seni dan budaya Banjarmasin. Ia bahkan membuka peluang bagi warga yang memiliki rumah Banjar tua untuk diserahkan atau dijual kepada pemerintah agar dapat dilestarikan sebagai bagian dari cagar budaya.

“Kalau ada warga yang memiliki rumah Banjar asli dan ingin menjual atau menyerahkannya kepada pemerintah, kami siap memproses sesuai aturan. Rumah-rumah itu akan kita rawat dan lestarikan agar tetap menjadi identitas Kota Banjarmasin,” ujarnya.

Yamin mengakui pembongkaran monumen masih memunculkan perbedaan pandangan di kalangan seniman, budayawan, dan masyarakat. Karena itu, pemerintah menjadikan polemik tersebut sebagai bahan evaluasi agar setiap kebijakan pembangunan ke depan lebih memperhatikan aspek pelestarian seni dan budaya.

“Beliau sangat memaklumi apa yang dilakukan pemerintah. Namun beliau juga memahami masih ada seniman, budayawan, maupun masyarakat yang menilai langkah itu kurang tepat. Ini menjadi evaluasi agar ke depan aspek pelestarian seni dan budaya lebih diperhatikan,” tutupnya.

Penulis : El Muhammad

Tinggalkan Balasan