81 Karhutla Terjadi di Kalsel, BNPB Kirim Water Bombing

Banjar Update59 Dilihat

BANJARUPDATE.COM, BANJARMASIN – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan (Kalsel) mulai meningkat dalam beberapa hari terakhir. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalsel mencatat total 81 kejadian, dengan 12 kejadian terjadi hanya dalam tiga hari terakhir.

Kepala BPBD Kalsel Rony Eka Saputra mengatakan sebagian titik api, terutama di Kabupaten Tanah Laut, masih belum dapat dipadamkan karena sulit dijangkau lewat jalur darat.

“Sampai hari ini total sudah terjadi 81 kejadian karhutla. Dalam tiga hari terakhir ada sekitar 12 kejadian. Beberapa titik di Tanah Laut masih aktif karena tidak ada akses menuju lokasi,” ujar Rony usai rapat di Gedung DPRD Kalsel, Jl Lambung Mangkurat Banjarmasin, Selasa (15/7/2026).

Menurutnya, kondisi tersebut membuat BPBD Kalsel mengajukan bantuan operasi udara ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Permohonan itu langsung direspons dengan pengiriman pesawat Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dan helikopter water bombing.

“Alhamdulillah BNPB merespons cepat. Hari ini pesawat OMC sudah tiba dan operasi modifikasi cuaca dijadwalkan berlangsung 15 sampai 21 Juli. Hari ini juga datang helikopter untuk water bombing dan patroli udara,” katanya.

Rony menjelaskan prioritas pemadaman akan difokuskan di Tanah Laut karena luas lahan yang terbakar cukup besar dan api telah aktif selama beberapa hari.

Sementara itu, jika dilihat dari jumlah titik api, Kota Banjarbaru menjadi wilayah dengan kejadian terbanyak. Namun, sebagian besar masih berskala kecil sehingga dapat ditangani oleh satgas darat.

“Kalau titik api paling banyak memang di Banjarbaru, tetapi skalanya kecil dan masih bisa ditangani sehingga tidak meluas,” ucapnya.

BPBD Kalsel juga mulai mengaktifkan Posko Satuan Tugas Penanggulangan Karhutla. Sedikitnya delapan posko disiapkan di kawasan Ring 1 Bandara Syamsudin Noor, mulai dari sekitar bandara hingga Bati-Bati. Posko juga didirikan di sejumlah kabupaten dan kota lainnya.

Meski aktivitas karhutla meningkat, status penanganan di Kalsel masih berada pada level siaga dan belum dinaikkan menjadi tanggap darurat.

“Status kita masih siaga. Harapan kami dengan adanya operasi modifikasi cuaca dan water bombing, kebakaran bisa dikendalikan sedini mungkin sehingga tidak perlu menetapkan status tanggap darurat,” ujar Rony.

Berdasarkan prakiraan BMKG, arah angin saat ini masih bergerak ke barat sehingga asap dari kebakaran di Tanah Laut diperkirakan mengarah ke Banjarmasin. Memasuki Agustus, arah angin diprediksi bergeser ke utara sehingga kawasan sekitar Bandara Syamsudin Noor berpotensi terdampak asap.

BPBD Kalsel memperkirakan puncak musim kemarau terjadi pada Agustus. Untuk mendukung penanganan karhutla, pemerintah provinsi telah menyiapkan anggaran operasional sekitar Rp300 juta, dengan kemungkinan penambahan apabila kondisi kebakaran semakin meluas.

“Kalau intensitas kebakaran meningkat, tentu akan kami evaluasi bersama apakah perlu penambahan anggaran, personel, maupun armada. Namun kami berharap bantuan dari BNPB mampu menekan perkembangan karhutla di Kalsel,” tutup Rony.

Tinggalkan Balasan